SEMARANG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang memberikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kota Semarang sebagai salah satu organisasi dakwah yang dinilai memiliki soliditas tinggi dalam menjalankan pembinaan umat sekaligus berkontribusi menjaga kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua FKUB Kota Semarang Drs. KH. N. Mustam Aji, MM saat menghadiri prosesi Pelantikan Pengurus DPD LDII Kota Semarang Periode 2025–2030 yang digelar di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (25/4/2026).
Pelantikan pengurus baru tersebut dirangkaikan dengan kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus mengusung tema “Membumikan Toleransi Menuju Kota Semarang yang Semakin Inklusif.” Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Ketua MUI Kota Semarang Prof. Moh. Erfan Soebahar, Kepala Badan Kesbangpol Kota Semarang Bambang Pramusinto, Ketua FKUB Kota Semarang, serta sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Mustam Aji menilai LDII telah menunjukkan tata kelola organisasi dakwah yang kuat dan terstruktur, baik dalam aspek pembinaan internal maupun aktivitas sosial kemasyarakatan.
“Kami mengapresiasi organisasi lembaga dakwah yang dimiliki oleh LDII. LDII sebagai organisasi dakwah ini sangat solid dalam mengorganisasi dan melaksanakan dakwah, baik dakwah bil hal maupun dakwah bil lisan. Ini patut ditiru dalam pengelolaan lembaga dakwah yang terarah, tertib, dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Mustam Aji.
Menurutnya, keberadaan LDII tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan semata, namun juga memiliki andil penting dalam memperkuat semangat toleransi di Kota Semarang melalui komunikasi yang baik dengan berbagai unsur masyarakat lintas agama.
“LDII juga berkontribusi dalam rangka memperkuat toleransi di Kota Semarang, membumikan nilai-nilai kebersamaan, serta ikut mendorong terwujudnya Kota Semarang yang inklusif, aman, dan harmonis,” tambahnya.
FKUB Kota Semarang memandang, sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, serta elemen masyarakat merupakan modal utama dalam mempertahankan predikat Kota Semarang sebagai salah satu kota dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi atas kiprah LDII yang selama ini turut aktif menjaga kerukunan dan menciptakan suasana sosial yang kondusif. Menurutnya, capaian Kota Semarang yang kini menempati posisi ketiga kota toleran nasional merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.
Ia berharap LDII terus mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, menebarkan dakwah yang menyejukkan, serta memperkuat komunikasi harmonis antarumat beragama.
Ketua DPD LDII Kota Semarang periode 2025–2030, Sunarto, menegaskan bahwa tema toleransi yang diangkat dalam pelantikan kali ini menjadi komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai penguat persaudaraan, sekaligus berkontribusi dalam isu ketahanan pangan, lingkungan hidup, dan kaderisasi generasi muda.
Melalui momentum pelantikan tersebut, FKUB Kota Semarang berharap LDII semakin memperkuat kiprahnya sebagai organisasi dakwah yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga adaptif dalam merespons kebutuhan masyarakat serta aktif merawat nilai toleransi sebagai fondasi kehidupan bersama di Kota Semarang.




