Berita

FKUB Kota Semarang Cetak Guru Penggerak Kerukunan untuk Wujudkan Sekolah Inklusif dan Toleran

Semarang,— Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar Sekolah Kerukunan Umat Beragama dengan tema “Mencetak Guru Penggerak Kerukunan untuk Mewujudkan Sekolah yang Inklusif, Toleran, dan Harmonis” di Hotel Grasia Semarang, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari guru Bimbingan dan Konseling (BK) serta guru agama tingkat SMP se-Kota Semarang. Program ini menjadi salah satu upaya FKUB Kota Semarang mencetak Guru Penggerak Kerukunan (GPK) yang diharapkan mampu menjadi penggerak nilai toleransi, inklusivitas, dan kerukunan di lingkungan sekolah.

Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. KH. N. Mustam Aji, MM, mengatakan Sekolah Kerukunan merupakan inovasi untuk memperkuat upaya merawat keberagaman dan toleransi di Kota Semarang.

“Sekolah kerukunan ini merupakan inovasi pengembangan untuk merawat keberagaman dan toleransi di Kota Semarang. Sasarannya adalah guru BK dan guru agama tingkat SMP se-Kota Semarang,” ujar Mustam Aji.

Menurutnya, para peserta nantinya akan mengikuti kelas pleno yang membahas berbagai isu terkait toleransi, inklusi, dan harmonisasi. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada para siswa melalui proses pembelajaran maupun keteladanan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, S.H., S.IP., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan Sekolah Kerukunan Umat Beragama.

Ia menyampaikan bahwa Kota Semarang berhasil menempati peringkat ketiga dalam Indeks Kota Toleran di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut perlu terus dirawat melalui berbagai program yang melibatkan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, Kota Semarang berhasil meraih peringkat ketiga dalam Indeks Kota Toleran di Indonesia. Kami sangat mengapresiasi kegiatan Sekolah Kerukunan Umat Beragama ini sebagai upaya mencetak guru-guru penggerak kerukunan yang mampu menanamkan nilai-nilai toleransi, yang nantinya diimplementasikan kepada siswa,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr. Muhammad Ahsan, S.Ag., M.Kom., yang sekaligus memberikan keynote speech, menekankan pentingnya penanaman nilai toleransi sejak lingkungan sekolah.

Menurut Ahsan, penguatan kerukunan di sekolah juga dapat menjadi salah satu langkah untuk menekan praktik perundungan (bullying) yang kerap dipicu oleh perbedaan.

“Kegiatan Sekolah Kerukunan ini saya yakin akan menciptakan situasi yang kondusif dan bullying bisa ditekan sampai pada titik nol. Biasanya bullying dimulai dari perbedaan, entah itu perbedaan fisik, agama, status ekonomi, sosial dan sebagainya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ketika nilai toleransi dan kerukunan telah tertanam serta dicontohkan oleh para guru, siswa akan terbiasa membangun kehidupan yang rukun dan damai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. H. Muhammad Sulthon, M.Ag., Wakil Ketua II FKUB Kota Semarang, dengan materi “Pentingnya Inklusi, Kolaborasi dan Toleransi dalam Menyiapkan Guru Penggerak Kerukunan.”

Materi berikutnya disampaikan I Nengah Wirta Darmayana, S.H., M.H., Wakil Ketua I FKUB Kota Semarang, yang membahas berbagai kasus intoleransi yang terjadi di lingkungan sekolah serta peran Guru Penggerak Kerukunan dalam membangun generasi yang mampu menghormati sesama.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi kelompok di masing-masing kelas. Para peserta kemudian mempresentasikan hasil diskusi sebagai bentuk refleksi sekaligus merumuskan langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk memperkuat budaya kerukunan di lingkungan sekolah.

Melalui Sekolah Kerukunan Umat Beragama, FKUB Kota Semarang berharap para guru tidak hanya memahami konsep toleransi dan keberagaman, tetapi juga mampu menjadi teladan sekaligus penggerak kerukunan yang menularkan nilai-nilai tersebut kepada peserta didik, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, aman, harmonis, dan menghargai perbedaan.

berlangganan

Dapatkan Informasi Terkini Langsung ke Inbox Anda!