SEMARANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang resmi meresmikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di kawasan Malon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. TPU tersebut merupakan hasil inisiasi FKUB Kota Semarang bersama sejumlah pihak sebagai upaya menghadirkan fasilitas pemakaman yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat lintas agama. 20/9/2026
Peresmian TPU Pancasila dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti. Ia mengatakan, pembangunan TPU Pancasila merupakan kelanjutan dari gagasan yang telah dirintis FKUB Kota Semarang bersama sejumlah pihak, termasuk DPD REI.
“TPU Pancasila ini merupakan kelanjutan dari gagasan yang sudah dirintis sejak lama oleh Ketua dan kawan-kawan FKUB bersama REI. Lahan ini dipersembahkan melalui program CSR kawan-kawan DPD REI,” ujar Agustina.
Menurut Agustina, TPU Pancasila nantinya akan dikembangkan dengan pembagian klaster sesuai kebutuhan pemakaman masing-masing umat beragama. Kawasan tersebut akan menyediakan blok bagi umat Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Muslim, serta para penghayat kepercayaan.

“Nantinya akan ada klaster untuk umat Kristen dan Katolik, kemudian Hindu, Buddha, dan Konghucu dalam satu kawasan. Umat Muslim juga memiliki kawasan tersendiri, begitu pula para penghayat kepercayaan yang akan mendapatkan satu blok,” jelasnya.
Agustina menambahkan, fasilitas pemakaman bagi umat Hindu, Buddha, dan Konghucu akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Menurutnya, terdapat sejumlah bentuk pemakaman dan fasilitas khusus yang perlu diperhatikan sesuai dengan tradisi keagamaan.
“Untuk Hindu, Buddha, dan Konghucu kebutuhannya mungkin tidak terlalu besar. Namun, tetap akan disiapkan fasilitas sesuai kebutuhan dan tradisi masing-masing, termasuk untuk rumah duka, rumah abu, maupun tempat pemakaman yang dikhususkan bagi agama tertentu,” katanya.
Ia berharap keberadaan TPU Pancasila dapat memberikan kepastian tempat pemakaman bagi masyarakat sekaligus terus dikembangkan sesuai kebutuhan di masa mendatang.
“Siapa pun yang meninggal dunia, mudah-mudahan sudah ada tempat yang disiapkan. TPU ini masih akan terus kita kembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. KH. N. Mustam Aji, MM, mengatakan, gagasan pembangunan TPU Pancasila berawal dari berbagai keluhan masyarakat terkait persoalan pemakaman. Salah satunya adalah keterbatasan lahan serta adanya penolakan pemakaman karena perbedaan agama.

“Kami sering menerima keluhan dari umat beragama terkait persoalan pemakaman. Ada yang ditolak karena lahan pemakaman di wilayah kelurahannya sudah penuh, ada juga yang mengalami penolakan karena perbedaan agama,” ungkap Mustam Aji.
Menurutnya, keberadaan TPU Pancasila diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut sekaligus memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Semarang.
“Dengan adanya TPU Pancasila ini, kami berharap persoalan terkait pemakaman jenazah tidak lagi terjadi. Dengan begitu, keberagaman dan kerukunan, khususnya di Kota Semarang, dapat terus terjaga dan lestari dengan baik,” pungkasnya.

