Semarang, Ratusan jamaah menghadiri acara Doa Bersama untuk Kota Semarang yang digelar di Masjid Agung Kauman Semarang, Senin 1 september sore. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat atas situasi yang memanas pasca demonstrasi di Kota Semarang.
Acara doa bersama ini diinisiasi oleh Jumai, Ketua Forum Kerukunan Sosial Beragama (FKSB) Kota Semarang, dengan dukungan penuh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang dan pemerintah daerah.
Dalam konferensi pers usai kegiatan, Mustam Aji, Ketua FKUB Kota Semarang, menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti imbauan Wali Kota Semarang agar seluruh umat beragama memanjatkan doa sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.
“Doa bersama ini sebagai bentuk ikhtiar agar Kota Semarang tetap damai. Semua agama kita ajak untuk mendoakan dari tempat ibadah masing-masing,” ungkap Mustam Aji.
Sementara itu, ketua takmir Masjid Agung Semarang, KH. Hanif Ismail, menyampaikan keprihatinannya atas kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi beberapa hari terakhir.
“Demo anarkis hanya akan merugikan masyarakat. Karena itu kami mengajak seluruh warga menjaga kondusivitas kota. Jangan sampai ada pihak yang mencoba mengadu domba masyarakat Semarang,” tegasnya.
Dari pihak pemerintah, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar , turut hadir sekaligus menyampaikan apresiasi.
“Atas nama Pemerintah Kota Semarang, kami mengucapkan terima kasih kepada FKUB, FKSB, dan seluruh organisasi masyarakat yang telah menginisiasi doa bersama ini. Mari kita sama-sama menjaga Semarang agar tetap damai, aman, dan terhindar dari perpecahan,” ujarnya.
Doa bersama ini menjadi simbol persatuan lintas elemen masyarakat untuk mengembalikan ketenangan Kota Semarang. Para tokoh berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum kebersamaan dalam membangun kota yang rukun, damai, dan sejahtera.




