Berita

FKUB Kota Semarang Inisiasi Program FORPELA, Forum Perempuan Lintas Agama Jadi Garda Perdamaian

Semarang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Kali ini, FKUB Kota Semarang menginisiasi sebuah program khusus bertajuk Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA), wadah yang dirancang untuk mempertemukan perempuan dari berbagai keyakinan agar dapat berkolaborasi, berdialog, sekaligus menjadi motor penggerak harmoni sosial di Ibu Kota Jawa Tengah.

Ketua FKUB Kota Semarang, Mustam Aji, menjelaskan bahwa pembentukan FORPELA merupakan jawaban atas tantangan sosial yang semakin kompleks, terutama terkait peran perempuan dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antarumat beragama. “Perempuan adalah tokoh sentral di lingkup keluarga dan masyarakat. Mereka memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi sejak dini. Melalui FORPELA, kami berharap perempuan lintas agama di Semarang bisa bersatu, saling menguatkan, dan menjadi teladan dalam membangun peradaban damai,” ujarnya. saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Tahunan di Hotel Grand Wahid Salatiga (9/8/2025)

Program FORPELA hadir bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang interaksi nyata yang akan mewadahi berbagai kegiatan sosial, dialog kebangsaan, hingga pelatihan pemberdayaan perempuan berbasis toleransi. Dalam perjalanannya, FORPELA akan berkolaborasi dengan komunitas masyarakat sipil, akademisi, hingga pemerintah daerah.

Tidak hanya itu, FORPELA juga diharapkan mampu menjadi ruang advokasi ketika perempuan menghadapi persoalan intoleransi maupun diskriminasi di lingkungan sosialnya. Dengan mengusung nilai inklusivitas, forum ini akan mendorong terwujudnya solidaritas perempuan tanpa melihat perbedaan agama, etnis, maupun latar belakang sosial.

Salah satu peserta yang hadir dalam kegiatan awal FORPELA, seorang tokoh perempuan dari kalangan Katolik, menyebut program ini sebagai langkah bersejarah. “Biasanya forum lintas agama lebih banyak diisi oleh tokoh laki-laki. Kini, perempuan diberi ruang yang setara untuk menyuarakan gagasan dan terlibat langsung dalam kerja-kerja kerukunan,” ungkapnya.

Ke depan, FORPELA akan menjalankan sejumlah agenda, di antaranya dialog bulanan lintas iman, pelatihan kepemimpinan perempuan berbasis moderasi beragama, serta program sosial seperti bakti lingkungan dan pendampingan keluarga harmonis. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, FKUB Kota Semarang optimis FORPELA dapat menjadi model nasional bagi penguatan peran perempuan dalam menjaga kerukunan.

Dengan hadirnya FORPELA, Semarang menegaskan dirinya bukan hanya kota yang multikultural, tetapi juga kota yang mampu melahirkan inovasi sosial berbasis kebersamaan. FKUB Kota Semarang berharap langkah ini akan menginspirasi daerah lain untuk turut menempatkan perempuan sebagai ujung tombak perdamaian lintas iman.

berlangganan

Dapatkan Informasi Terkini Langsung ke Inbox Anda!