Berita

Perkuat Peran Strategis Perempuan dalam Merawat Toleransi, FKUB dan FORPELA Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama

Semarang – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang bersama Forum Perempuan Lintas Agama (FORPELA) Kota Semarang menggelar Dialog Perempuan Lintas Agama bertajuk “Memperkuat Peran Perempuan dalam Kolaborasi Lintas Agama untuk Membangun Kota Semarang yang Harmonis dan Inklusif” di Khas Hotel Semarang, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan anggota organisasi kemasyarakatan keagamaan, tokoh perempuan lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat sebagai upaya memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan dan toleransi di Kota Semarang.

Acara diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, serta laporan panitia. Sambutan pertama disampaikan oleh Wakil Ketua FORPELA Kota Semarang, Suyatmi, S.Sos., yang mewakili Ketua FORPELA. Ia menegaskan bahwa dialog ini menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan lintas agama untuk bersama-sama membangun Kota Semarang yang harmonis, inklusif, dan toleran.

“Kegiatan ini kita fokuskan pada bagaimana perempuan dapat berkolaborasi dalam menciptakan Kota Semarang yang harmonis dan inklusif. Harapannya, semangat toleransi dapat terus tumbuh melalui dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Ketua FKUB Kota Semarang, Drs. KH. N. Mustam Aji, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun budaya kerukunan. Menurutnya, perempuan merupakan madrasah pertama dalam keluarga sekaligus memiliki pengaruh besar di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Karena itulah FKUB Kota Semarang menggandeng FORPELA bersama pimpinan dan anggota organisasi keagamaan lintas agama. Perempuan memiliki potensi luar biasa dalam memelihara kerukunan, merawat keberagaman, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan inklusivitas di Kota Semarang,” ungkapnya.

Kegiatan secara resmi dibuka melalui keynote speech oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto, A.P., M.M., yang mengapresiasi kolaborasi FKUB dan FORPELA dalam menghadirkan ruang dialog sebagai wadah memperkuat peran perempuan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Sesi diskusi menghadirkan dua narasumber. Materi pertama disampaikan oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adiwibowo, S.H., M.H., dengan tema “Regulasi dan Ruang Lingkup Kebijakan Terkait Peran Strategis Perempuan dalam Merawat Kerukunan dan Membangun Kolaborasi Lintas Agama.” Ia menekankan pentingnya kebijakan yang memberikan ruang bagi perempuan untuk berperan aktif dalam memperkuat kehidupan sosial yang harmonis.

Selanjutnya, Prof. Dr. Hj. Arikhah, M.Ag. memaparkan materi bertajuk “Fakta Sosial dan Praktik Kolaborasi Antarperempuan Lintas Agama.” Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas besar sebagai penggerak perdamaian melalui berbagai praktik kolaborasi lintas agama yang telah berkembang di masyarakat.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pandangan serta pengalaman dalam membangun kerja sama lintas agama di lingkungan masing-masing.

Melalui dialog ini, FKUB Kota Semarang dan FORPELA berharap semakin memperkuat peran perempuan sebagai agen perdamaian dan penggerak kolaborasi lintas agama, sehingga mampu mewujudkan Kota Semarang yang semakin harmonis, inklusif, dan menjadi contoh praktik toleransi di Indonesia.

berlangganan

Dapatkan Informasi Terkini Langsung ke Inbox Anda!