Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang menghadiri acara peringatan 16 tahun wafatnya Guru Bangsa K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar sebagai ruang refleksi kebangsaan dan penguatan jaringan lintas keagamaan di Kota Semarang. Kegiatan ini mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”, yang menegaskan kembali nilai-nilai demokrasi, kemanusiaan, dan pluralisme yang diwariskan Gus Dur.
Peringatan ini menjadi momentum penting bagi para tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lintas iman untuk bersama-sama merefleksikan kondisi bangsa akhir-akhir ini, sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi lintas agama dan masyarakat, di antaranya Sekretaris Jenderal Asosiasi FKUB Indonesia, Ketua FKUB Kota Semarang, Ketua Forpela Kota Semarang, Direktur EIN Institute, Ketua YPK eLSA Semarang, serta pimpinan organisasi keagamaan seperti PD Muhammadiyah dan PD Aisyiyah Kota Semarang.
Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai komunitas lintas iman, seperti Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Kota Semarang, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Semarang, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Walubi, Hikmahbudhi, Komisi HAK Kevikepan Semarang, Kongregasi Suster Penyelenggaraan Ilahi, WKRI, PMKRI, Pemuda Katolik, PGKS, BAMAGNAS, PWKI, MAKIN, PERKHIN, MLKI, Puanhayati, Yayasan Anggoro Kasih, hingga organisasi kepemudaan dan mahasiswa lintas kampus di Kota Semarang.
Ketua FKUB Kota Semarang dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa semangat Gus Dur harus terus dihidupkan, khususnya dalam merawat toleransi, dialog antarumat beragama, serta memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur relevan untuk menjawab tantangan kebangsaan saat ini.
Melalui peringatan ini, FKUB Kota Semarang bersama seluruh elemen lintas agama berharap dapat terus memperkuat sinergi, menjaga kerukunan umat beragama, serta berkontribusi aktif dalam menciptakan kehidupan sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban di Kota Semarang.




